Hero Image
Thursday, 22 October 2026
Berita

Inovasi Pembelajaran Adaptif: Dr. Erick Burhaein Lolos Hibah BIMA 2023 Usung Pengembangan Instrumen IPAQ-D Berbasis Flipbook

03 June 2023 Admin

Keberhasilan raihan Hibah BIMA Tahun 2023 kembali mengukuhkan kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan inklusif. Dr. Erick Burhaein, S.Pd., M.Pd., AIFO-Fit mengepakkan sayap inovasinya melalui karya penelitian berlisensi hibah nasional tersebut. Program hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini menjadi wahana strategis untuk memfasilitasi riset-riset berkualitas yang berdampak langsung pada masyarakat serta dunia pendidikan.

Dalam skema riset yang didanai ini, Dr. Erick Burhaein mengangkat judul penelitian "Pengembangan Instrumen IPAQ-D Berbasis Flipbook untuk Guru Pendidikan Jasmani Adaptif". Fokus utama riset ini adalah mengadaptasi serta mengembangkan instrumen pengukuran tingkat aktivitas fisik bagi penyandang disabilitas (Physical Activity Questionnaire for Persons with Disabilities / IPAQ-D) ke dalam format digital interaktif berbentuk flipbook. Langkah ini diambil guna mengatasi tantangan keterbatasan instrumen asesmen aktivitas fisik khusus yang selama ini masih belum terjangkau secara optimal oleh para pendidik jasmani di lapangan.

Pengembangan instrumen IPAQ-D berbasis flipbook ini dirancang agar memiliki keunggulan fleksibilitas dan kemudahan akses bagi para guru Pendidikan Jasmani Adaptif (PJA). Melalui format digital flipbook, guru dapat mengoperasikan serta menyajikan panduan dan evaluasi aktivitas fisik secara visual, praktis, dan menarik. Kehadiran media ini diharapkan dapat membantu pendidik dalam mengukur dan memantau tingkat kebugaran serta tingkat keaktifan siswa berkebutuhan khusus secara lebih terstruktur dan akurat.

Pencapaian Hibah BIMA 2023 ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penyelesaian laporan riset semata, melainkan dapat direalisasikan dalam bentuk luaran produk yang langsung dapat dimanfaatkan di sekolah-sekolah inklusi maupun sekolah luar biasa (SLB). Ke depan, hasil riset Dr. Erick Burhaein ini diyakini mampu memperkuat fondasi pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif di Indonesia, sekaligus memicu iklim riset yang responsif terhadap kebutuhan pendidikan inklusif.

Lampiran PDF
Buka di tab baru
Bagikan: